Sudah menjadi kebiasan masyarakat Indonesia. Di dalam kegiatan apapun,  selalu menyempatkan diri untuk secangkir kopi. Lalu apakah kopi itu baik untuk otak kita?

Kopi adalah minuman yang sagat sehat. Dalam biji kopi berisi ratusan senyawa bioaktif yang berkontribusi pada manfaat kesehatan. Banyak dari senyawa ini adalah antioksidan, yang melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas di sel tubuh kita.

Dalam setiap biji kopi mengandung beberapa senyawa yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Namun begitu juga takaran setiap zatnya juga berbeda dalam setiap seduhan kopi. Beberapa bahan yang terkandung yaitu :

Kafein: Bahan aktif utama kopi, kafein merangsang sistem saraf pusat. Ini adalah zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.

Asam klorogenik (CGA): Antioksidan polifenol ini dapat bermanfaat untuk metabolism tubuh, seperti metabolisme gula darah dan mengatur tekanan darah tinggi, keduanya dapat menurunkan resiko degradasi mental lanjut usia.

Cafestol dan kahweol: Mayoritas senyawa ini ditemukan dalam kopi tanpa filter. Senyawa ini mungkin baik untuk hati dan melindungi terhadap kanker, tapi asupan yang tinggi dapat meningkatkan kolesterol LDL.

Trigonelina: Senyawa alkaloid ini tidak stabil pada suhu tinggi dan selama kopi dipanggang membentuk asam nikotinat, juga dikenal sebagai niasin (vitamin B3). Trigonelin juga dapat membantu mencegah gigi berlubang dengan menghambat pertumbuhan bakteri.

Terdapat  penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Nutrition Harvard University. Yaitu adanya indikasi, bahwa kandungan kafein dalam kopi tidak hanya memicu semangat dan kesehatan mental sesaat saja. Tapi juga ada efek jangka panjangnya pada kemampuan berpikir kita.

Terkadang kita sedikit terasa bersemangat setelah meminum secangkir kopi. Sebenarnya hal ini dikarenakan kafein memacu aliran darah dalam tubuh kita. Tidak hanya itu, kafein juga menstimulus otak. Disisi lain kafein menghambat reseptor yang disebut adenosine, zat ini mencegah pelepasan bahan kimia dalam otak yang peka rangsang. Dengan terhambatnya adenosin, senyawa tubuh pemicu rangsangan otak bisa mengalir lebih leluasa dan memberi kita lonjakan energy. Hal ini berpotensi meningkatkan kinerja mental hingga masa tua.

Studi Journal of Nutrition juga menyinggung hubungan kafein dengan mental dan ingatan. Dalam studinya menunjukkan bahwa orang yang berusia 70 tahun ke atas, yang mengkonsumsi lebih banyak kafein lebih baik dalam tes fungsi mental dan sedikit pada ingatan.

Sudahkah kita ngopi hari ini? “Keep Your Brain Health and Save”

Baca juga Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri