Beberapa tahun terakhir ini gaya hidup sehat sudah menjadi trend baru bagi kalangan milenial atau generasi muda, tak mau ketinggalan kalangan lansia dan paruh baya pun mulai menerapkan hal ini, mulai dari memperhatikan asupan makanan sampai dengan rutin berolahraga. Meskipun begitu trend ini nyatanya tidak bisa mengimbangi trend lain yang mengedepankan kehidupan serba instan misalnya konsumsi fast food atau makanan cepat saji. Beberapa brand kenamaan pun kini memfasilitasi masyarakat dengan menyediakan produk makanan cepat saji yang dikemas secara kekinian dengan promosi besar-besaran. Alih-alih membantu, trend ini malah membuat orang semakin bingung dalam menyikapi gaya hidup mereka, antara memilih hidup sehat atau mengikuti nafsu untuk menyantap makanan cepat saji yang selalu terlihat lezat dan menggiurkan.

Dibalik tampilan lezatnya, makanan cepat saji ternyata mampu menyebabkan banyak hal buruk. Menjadi penyebab kadar gula yang tinggi merupakan salah satunya. Semakin banyak gula yang kita konsumsi maka akan semakin tiggi pula kadar gula dalam darah, akibatnya kita bisa terkena Diabetes Melitus. Kondisi kadar gula yang tinggi ini akan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pembuluh darah termasuk juga di dalam otak yang bisa menyebabkan terjadinya stroke.

Bagaimana bisa diabetes meningkatkan risiko STROKE ?

Stroke merupakan kondisi matinya sel saraf di otak karena kurangnya suplai darah sebagai penyalur oksigen dan nutrisi untuk otak. Pada penderita diabetes kadar gula yang tinggi akan terus menumpuk akibat dari tidak bisa terpecahnya glukosa yang seharusnya menjadi energi, ini bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan memicu terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan zat asing).

Bisa kita bayangkan jika penumpukan glukosa dalam darah ini terjadi pada pembuluh darah yang ada di otak, maka yang terjadi adalah berkurangnya darah yang untuk mensuplai oksigen dan nutrisi bagi sel saraf ke otak. Jika tidak dikontrol dengan baik maka penumpukan akan semakin parah dan penyempitan bisa berganti menjadi penyumbatan. Penyumbatan mampu menimbulkan tersumbatnya pembuluh darah sehingga suplai darah pun terhenti. Tanpa adanya nutrisi selama 3 sampai 4 menit maka secara perlahan sel saraf dalam otak akan mati dan menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi saraf (seperti tidak dapat berbicara, kelumpuhan dan lain sebagainya). Hal inilah yang kemudian disebut stroke.

Apa yang harus dilakukan penderita Diabetes Melitus ?

Diabetes melitus yang tidak terkontrol akan sangat meningkatkan risiko penyakit lainnya. Hal yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah dengan mengontrol penumpukan glukosa dalam darah secara rutin dan baik. Penumpukan glukosa dalam darah bisa dikurangi dengan mengontrol insulin dimana hormone ini berperan sebagai pemecah glukosa menjadi energi.

Yang terpenting ialah, mengikuti saran dan perintah dari dokter dengan baik, minum obat secara rutin sesuai dosis, dan lakukan olahraga rutin untuk menjaga kebugaran tubuh, tentunya dengan mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anda terkait olahraga seperti apa yang cocok dan aman untuk dilakukan. Selalu terapkan gaya hidup sehat dan pola makan yang seimbang untuk mencegah semua itu terjadi. Always keep your brain in a good condition people!