Belakangan ini marak diberitakan di media massa tentang adanya “Harbolnas” (Hari Belanja Online Nasional). Tak mau ketinggalan dengan event ini, semua orang berbondong-bondong rajin mencari diskon secara online melalui gadget. Dari pagi hingga siang rasanya handphone semakin melekat di tangan. Mereka pun menjadi ketergantungan dan membawa handphone kemanapun mereka pergi. Namun tahukah ternyata handphone memiliki kaitan dengan resiko terjadinya tumor otak.

Radiasi ion yang biasa dikeluarkan oleh sumber seperti mesin x-ray dan matahari mampu memicu resiko kanker dengan dengan mencacah molekul pada tubuh. Namun, radiasi frekuensi radio (radiasi RF) radio non-ion yang dikeluarkan oleh telepon genggam dan perangkat selular lainnya memiliki satu efek biologis yakni: kemampuan untuk memanaskan suatu jaringan dengan menarik molekulnya.

Dilansir dari scientificamaerican.com, baru-baru ini sebuah penelitian dirilis dengan mengungkapkan fakta bahaya dari radiasi RF, yang mungkin melibatkan sistematika lain selain pemanasan molekul. Secara tidak disangka ternyata radiasi RF dari handphone terbukti membuat tikus rentan terjangkit sebuah tumor langka yang disebut schwannoma, yang mempengaruhi jenis neuron (sel saraf) yang disebut sel Schwann.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti di Progam Toksikologi Nasional, yakni sebuah grup antar pemerintah federal dibawah naungan Institut Kesehatan Nasional. Mereka melakukan percobaan dengan 3000 tikus dan mencit dengan jenis kelamin jantan dan betina selama dua tahun. Dalam studinya mereka menemukan bahwa tikus jantan memiliki schwannomas yang berkembang sehingga lebih rentan terkena penyakit seperti tumor otak dibanding dengan hewan kontrol. Meskipun begitu penelitian ini masih memerlukan studi lebih lanjut mengenai kaitannya pada manusia dan juga masih belum diketahui dampaknya secara langsung serta jangka panjang

Sebenarnya perangkat seluler akan selalu memancarkan radiasi selama perangkat tersebut diaktifkan, banyaknya paparan radiasi akan menjadi lebih besar tergantung jarak penggunaan handphone dengan tubuh pemakai. Radiasi akan mencapai maksimum ketika kita sedang mengangkat telepon atau menempelkan handphone di tubuh saat sedang update status atau berbelanja di harbolnas. Ada baiknya bila kita bersikap bijak dalam menggunakan gadget.

Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, apalagi menggunakan handphone secara terus menerus dan mengabaikan kesehatan.

Sumber artikel : https://www.scientificamerican.com/article/new-studies-link-cell-phone-radiation-with-cancer/