Membaca buku merupakan kegiatan positif yang selalu dikaitkan dengan tingkat intelektualitas seorang manusia. Membiasakan budaya membaca sejak dini dianggap sebagai cara untuk membuat anak lebih pintar dan berkembang khususnya dalam hal kemampuan berbahasa dan berpikir. Namun, membaca ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar dalam bidang kesehatan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegiatan ini mampu membuat otak berkembang menjadi lebih baik.

Sebuah penelitian dalam Journal Pediatrics, membuktikan bahwa membaca adalah makanan bagi tumbuh kembang otak. Penelitian yang dimotori oleh Dr. John S. Hutton di Rumah Sakit Anak Cincinnati, ini menggunakan scan MRI fungsional untuk menguji perubahan secara real-time dari otak 19 anak pra sekolah ketika mereka dibacakan sebuah buku.

Orang tua dari ke 19 anak tersebut juga diberi pertanyaan mengenai stimulasi kognitif termasuk bagaimana kebiasaan membaca anak mereka dan seberapa sering mereka membaca saat di rumah. Para peneliti pun menemukan bahwa membaca mampu menstimulasi bagian dari otak yang berperan dalam pencitraan mental, pemahaman dan pengolahan bahasa dan aktivitas otak dan bagian tersebut terlihat memiliki aktifitas yang lebih tinggi pada objek anak-anak yang sering membaca di rumah.

Lebih mengejutkan lagi penelitian juga menunjukkan bila otak distimulasi terus menerus maka yang terjadi perkembangan penyakit mental seorang individu cenderung menurun. Beberapa riset lain yang melakukan penelitian lebih jauh, yang diketuai oleh seorang neuropsikologis David Lewis dan rekan-rekannya dari University of Sussex di Inggris, menyatakan bahwa membaca merupakan bentuk yang paling ampuh untuk melepaskan stress. Studi ini melibatkan beberapa relawan dengan stress level tertentu, laju detak jantung yang tinggi dan mereka diharuskan untuk melakukan serangkaian metode stress dan hasilnya membaca memiliki angka yang tinggi yakni 68% melampaui mendengarkan musik dan berjalan kaki.

Tak terkecuali, anak pun memiliki kondisi mental tertentu yang tidak terbebas dari penyakit mental. Bahkan anak kecil juga memiliki kekhawatiran sendiri dan kegelisahan. Misalnya, permasalahan interaksi dengan teman-temannya di sekolah. Karena itulah, sangat penting untuk mengajarkan budaya membaca pada anak sejak dini utnuk meningkatkan pengharapan hidupnya.

6 tahun pertama pada tahap tumbuh kembang anak adalah masa yang penting bagi perkembangan otak. Karena membaca mampu menstimulasi otak akan lebih baik apabila buku-buku anak adalah benda wajib bagi para orang tua yang peduli. Selamat hari buku anak sedunia! Mari budayakan membaca untuk fungsi otak yang lebih baik.

Sumber : https://www.mother.ly/