Pituitary Adenoma

Ketahui tentang jenis tumor ini dan penangannya bersama tim dokter ahli kami

Klik Pada Gambar

Tumor ini berasal dari kelenjar pituitary yang dalam kondisi normal memiliki peranan sangat  penting dalam mengatur produksi hormone tubuh. Sebagian besar bersifat jinak . gejala yang timbul umumnya akibat efek produksi hormone yang berlebihan

Bagaimana Penanganannya?

Pengangkatan tumor jenis ini bisa menggunakan teknik Endoscopic Endonasal Transsphenoidal (EETH) yaitu dengan melalui lubang hidung untuk mencapai letak tumor tanpa membuka tulang kepala. Operasi ini menggunakan selang berisi kamera yang bisa diperbesar hingga 100 Kali.

Apakah Kelenjar Pituitary itu?

Kelenjar Pituitari atau Hipofisis sering disebut kelenjar utama tubuh manusia yang berfungsi mengatur hampir seluruh hormon manusia. Kelenjar ini berukuran lebih sebesar kacang polong dan terletak di pusat otak di belakang hidung dan mata. Kelenjar Pituitari terdiri dari beberapa sel yang memproduksi hormon spesifik, melepaskannya ke pembuluh darah, dan akan mempengaruhi organ tubuh manusia.

Kelenjar Pituitari menghasilkan beberapa hormon, diantaranya:

  • Hormon Pertumbuhan / growth hormone GH untuk meningkatkan pertumbuhan dengan mempengaruhi beberapa fungsi metabolisme seluruh tubuh, khususnya pembentukan protein. 
  • Hormon Adrenokortikotropik (ACTH) untuk mengatur produksi beberapa hormon korteks adrenal, yang selanjutnya mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, dan lemak. 
  • Hormon stimulasi tiroid (TSH) untuk mengatur kecepatan produksi hormon tiroksin oleh kelenjar tiroid dan sebagian besar reaksi kimia seluruh tubuh. 
  • Prolaktin untuk meningkatkan perkembangan kelenjar mammae dan pembentukan air susu. 
  • Hormon Luteinisasi (LH) untuk mengatur pertumbuhan gonad serta aktivitas reproduksi wanita. 
  • Hormon antidiuretik (vasopresin) untuk mengatur kecepatan pembuangan air ke dalam urin dan konsentrasi air dalam cairan tubuh. 
  • Testosteron untuk mengatur fungsi seksual pada pria. 

Pituitary Adenoma

Pituitary Adenoma adalah tumor jinak yang berasal dari kelenjar pituitary. Kurang lebih 1 dari 10 orang memiliki kemungkinan terkena Pituitary Adenoma namun tidak pernah menimbulkan gejala sepanjang hidupnya. Pituitary Adenoma dapat menyerang orang dari berbagai usia dan berada di bagian depan (lobus anterior) dari kelenjar pituitary.

Penyebab dan Faktor Risiko Pituitary Adenoma

Hingga saat ini, para ahli belum menemukan penyebab yang jelas Pituitary Adenoma. Pada beberapa kasus, rangsangan hipotalamus bisa menyebabkan Pituitary Adenoma. Hipotalamus adalah bagian dari otak yang memberi sinyal pada kelenjar pituitary untuk membuat hormon. Orang yang mengidap penyakit langka bisa memiliki resiko lebih tinggi mengalami Pituitary Adenoma. Misalnya, pasien yang mengidap multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN-1) yaitu gangguan yang menyebabkan tumor pada kelenjar endokrin. 

“Dalam satu keluarga dapat menurunkan 1-5% tumor pituitary”

Jenis Pituitary Adenoma 

  • Pituitary Adenoma non fungsional yang tidak memproduksi hormon. Tumor ini sekitar 30 % dari seluruh Pituitary Adenoma. Biasanya muncul pada usia dekade ke-4 dan ke-5 dan biasanya para ahli lebih sering menemukannya pada laki – laki daripada wanita. Tumor tipe ini tidak memproduksi hormon. Sehingga, pada tahap dini seringkali tidak memberikan gejala. Ketika dokter melakukan diagnosa, seringkali tumor sudah mencapai ukuran yang sangat besar dan menimbulkan gejala pendesakan tumor terhadap struktur otak di sekitarnya. Jika menekan saraf penglihatan maka bisa mengganggu penglihatan. Sedangkan, jika menekan jaringan pituitary normal akan mengakibatkan gangguan fungsi hormonal. 
  • Pituitary Adenoma Fungsional yang memproduksi hormon. Dua jenis Pituitary Adenoma Fungsional yang sering terjadi adalah sebagai berikut. 
    • Produksi Hormon Prolaktin atau prolaktinoma. Pada wanita, gejala bisa berupa keluhan gangguan siklus haid, kemudian kemandulan dan osteoporosis. Pada laki – laki bisa berupa impotensi dan menurunnya daya seksual. 
    • Produksi Hormon Pertumbuhan. Kelebihan hormon pertumbuhan akan menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan. Jika terjadi pada masa pertumbuhan, maka tubuh bisa tumbuh di atas rata – rata (Gigantisme). Sedangkan jika terjadi pada orang dewasa, akan terjadi pertumbuhan dan pembesaran tangan, kaki, dahi, dan rahang (Akromegali). 

Tanda dan Gejala

  • Nyeri kepala 
  • Gangguan penglihatan 
  • Gangguan hormonal sesuai dengan hormon yang terlibat, antara lain: 
    1. Perubahan siklus menstruasi dan gangguan kesuburan pada wanita 
    2. Perubahan suasana hati atau perilaku 
    3. Disfungsi ereksi
    4. Perubahan berat badan
    5. Produksi ASI pada wanita yang belum melahirkan
    6. Percepatan atau terhambatnya pertumbuhan pada anak – anak atau remaja
    7. Pertumbuhan tangan, kaki, dahi, atau rahang pada orang dewasa
    8. Wajah membulat 
    9. Punuk antara bahu atau keduanya 
    10. Sering merasa lelah

Diagnosa Pituitary Adenoma

  • Pemeriksaan Fisik. Dokter akan menanyakan gejala – gejala pasien, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, pemeriksaan kondisi saraf dan tes penglihatan. 
  • Pemeriksaan Imaging. 
  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Scan adalah pemeriksaan imaging yang sering digunakan untuk mengevaluasi kondisi otak. 
  2. MRI scan disertai dengan pemberian zat kontras dapat memberikan gambaran rinci jaringan otak dan kelenjar pituitary. 
  3. Computer Tomography (CT) Scan Pasien dengan alat pacu jantung atau dengan alasan lainnya yang tidak dianjurkan untuk MRI scan, dapat melakukan pemeriksaan CT scan. 

  • Tes Darah dan Urine. Ahli endokrinologi akan melakukan tes darah atau urine untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh pasien. Jika pasien memiliki kadar hormon yang tidak normal, maka hal ini akan membantu dokter mendiagnosa sindrom tertentu. 
  • Biopsi merupakan prosedur pembedahan untuk mengambil sedikit jaringan tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop. 

 

Pengobatan Pituitary Adenoma 

Karena Pituitary Adenoma dapat mempengaruhi banyak organ dan sistem yang berbeda dalam tubuh, maka dokter dari beberapa spesialis medis akan bekerja sama untuk mengembangkan rencana terapi untuk pasien. Ahli bedah saraf dan endokrin mengkoordinasikan terapi ini di tim Brain Tumor & Pituitary Disorder Center. 

Pengobatan Adenoma Pituitary meliputi: 

  • Operasi 
  • Terapi Medis 
  • Terapi Radiasi 
  • Terapi Hormon 
  • Observasi untuk Pituitary Adenoma kecil yang tidak menyebabkan tanda – tanda atau gejala yang signifikan. Jika Pituitary Adenoma tidak tumbuh dan tidak ada gangguan hormon maka pasien tidak memerlukan pengobatan khusus. 

Faktor yang mempengaruhi jenis pengobatan adalah: 

  • Lokasi tumor 
  • Apakah tumor menyebabkan jumlah yang berlebihan dari hormon tertentu
  • Kesehatan dan kondisi umum pasien terhadap pilihan pengobatan yang potensial

Why Choose Us

International Standard

RS Premier telah memenuhi standard Internasional berdasarkan Joint Commision Internasional (JCI).

Minimal Invasive Neurosurgery

Dengan tim serta teknologi medis terbaru, Penanganan Minimally Invasive Neurosurgery dapat kami lakukan.

Patients history

Kami memiliki Unit Perawatan Intensif yang akan mengawasi perkembangan pasien yang siaga 24jam.

Best Technology

Memiliki teknologi medis generasi terbaru berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla.

Certified Team Doctors

Tim ahli multidisplin kami meliputi berbagai dokter spesialis yang telah tersertifikasi.

Insurance Partner

Kami bekerja sama dengan berbagai perusahaan Asuransi untuk memberikan kemudahan kepada pasien.

Open chat
Kontak Kami melalui ini
Ada yang bs kami bantu?
Powered by