TENTANG KAMI

Kami berkomitmen penuh terhadap visi dan misi rumah sakit premier surabaya, didukung oleh dokter-dokter terbaik utama kami, dan selalu memberikan pelayanan paripurna kepada anda

BRAIN TUMOR &
PITUITARY DISORDER
CENTER

VISI

Brain Tumor and Pituitary Disorder Center dibentuk atas kerjasama antara Surabaya Neuroscience Institute (SNei) dengan Rumah Sakit Jejaring untuk memberikan pelayanan tumor otak dan kelainan endokrin yang komprehensif.

Surabaya Neuroscience Institute (SNei) adalah suatu himpunan dokter spesialis bedah saraf yang memiliki visi untuk menjadikan Surabaya sebagai pusat rujukan bedah saraf di Indonesia. Maka dari itu, dokter bedah saraf yang tergabung dalam SNei memiliki subspesialisasi spesifik yang didapat dari pelatihan khusus baik di dalam maupun luar negeri.

MISI

Tim dokter di Rumah Sakit Premier Surabaya berkomitmen memberikan pelayanan berdasarkan penanganan medis terkini yang ditunjang oleh fasilitas dan teknologi kedokteran modern.

Dr. Joni Wahyuhadi, dr., Sp.BS (K)

Dokter joni mengambil sekolah kedokteran pada jenjang S1 di Universitas airlangga Surabaya, dan dilanjutkan pada jenjang spesialis bedah saraf serta doktoral pada program pascasarjana unair Surabaya.

Tahun 1993 dokter Joni mendapat penghargaan sebagai dokter puskesmas teladan provinsi Kalimantan barat. Dokter joni juga mendapatkan satya lencana karya satya 10 pada tahun 2006 dari presiden RI serta menjadi wisudawan terbaik program doktor (S3) Unair peroide Juli 2010.

Dokter joni dipercaya menjadi ketua komisi neuroonkologi dan ketua komisi tarip persatuan spesialis bedah saraf Indonesia (PERSPEBSI). Selain itu beliau juga memangku jabatan sebagai ketua bidang pelayanan regenerative medicine Indonesia, ketua airlangga soetomo neuroscience society (ASNS) serta Ketua II Indonesia neuroscience Society (INS).

Rahadian Indarto Susilo, dr., Sp.BS (K)

Sebagai seorang Spesialis bedah saraf lulusan FK Unair Surabaya, hingga saat ini beliau konsisten menjalani pendidikan khusus untuk memperdalam teknik operasi tumor terbaik. Beberapa program pendidikan khusus yang telah dr. Rahadian ambil yaitu fellowship di Keio University Tokyo Jepang, dibimbing langsung oleh Profesor Takeshi Kawase. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikannya di Osaka City University dibawah bimbingan Profesor Kenji Ohata.

dr. Rahadian juga memperdalam teknik operasi Endoskopi di IRCAD Strasbourg Perancis, di tahun berikutnya beliau menjalani magang di Neuroendoscopy, Center For Minimally Invasive Neurosurgery di kota Sydney Australia yang dibimbing langsung oleh Profesor Charles Teo.

Irwan Barlian Immadoel Haq, dr., Sp.BS (K)

Dokter Irwan mengambil pendidikan kedokteran di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan melanjutkan ke jenjang spesialis bedah saraf di Universitas Airlangga. Beliau juga mengambil pendidikan bedah saraf di Osaka Jepang pada tahun 2014 dibawah bimbingan Prof. Kenji Ohata. Selain itu beliau juga menempuh Fellowship terkait Glioma di Tokyo Woman Medical University tahun 2016 di bawah bimbingan Dr. Takashi Maruyama. Kemudian di tahun 2017 beliau melanjutkan studi tentang Gamma Knife Radiosurgery di Tokyo Woman Medical University dibawah bimbingan Dr. Motohiro Hayashi.

Dokter Ibi sapaan sehari hari beliau, merupakan anggota dari ikatan dokter Indonesia (IDI), persatuan dokter spesialis bedah saraf  indonesia (Perspebsi), serta Surabaya Neuroscience Institute (SNEI) yang juga aktif sebagai pembicara ilmiah dalam event Nasional maupun Internasional.

Moch. Dwikoryanto, dr., SpBS

Dokter spesialis bedah saraf yang akrab dengan panggilan dokter Dwi menyelesaikan pendidikan spesialisnya di Universitas Airlangga pada tahun 2002. Dokter Dwi menjabat sebagai ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia Wilayah Jawa Timur tahun 2017 sampai 2021.

Dalam pelayanan bedah saraf, dokter Dwi berkonsentrasi di bidang spine dan beliau adalah salah satu dokter spesialis di klinik nyeri RS Premier Surabaya. Untuk menunjang keahliannya, dokter Dwi juga mengikuti  beberapa kursus diantaranya, Spine Course di ACNS Istambul Turkey tahun 2010, Advanced Spine Course oleh Prof. Do Heum Yun di Severence Hospital, Yonsey University Seoul Korea tahun 2011, Endoscopic for Skull Base Surgery di IRCAD University of Strasbourg Prancis tahun 2014, dan yang terbaru adalah Interventional Pain Management di IPSC, New Delhi India tahun 2016.