Kemampuan berbicara dan berkomunikasi merupakan sebuah anugrah. Gangguan dalam bicara dan komunikasi dapat menjadikan seseorang marah, tak berdaya, malu dan terisolasi. Gangguan bicara dan komunikasi dapat ditemui pada penderita tumor otak, namun tidak semua tumor otak mengakibatkan gangguan dalam berbicara dan berkomunikasi. Tumor otak yang mengalami gangguan bicara adalah tumor yang terjadi pada bagian otak yang berfungsi sebagai pengatur bicara

Disadur dari: Memory and Aging Center, Weill Institute for Neuroscience, University of California San Fransisco

Fungsi bicara dan bahasa dipengaruhi oleh banyak bagian pada otak diantaranya lobus frontal dimana terdapat area Broca yang pada bertanggung jawab dalam produksi kata-kata, lobus temporal dan perannya dalam pendengaran serta area Wernicke yang berperan dalam pemahaman kata.

Pada tumor otak, utamanya glioma dimana pertumbuhan tumor terjadi sangat cepat dan progresif, dapat mengakibatkan deficit neurologis, salah satunya adalah afasia apabila berada pada daerah otak yang berperan sebagai pusat bicara dan bahasa.

Sebanyak 30%-50% penderita tumor otak primer mengalami gangguan dalam bicara, angka ini jauh lebih besar dibandingkan kejadian afasia pada stroke. (Shafi dan Carozza, 2012)

Macam-macam gangguan bicara:

  • Afasia anomik
  • Afasia global
  • Afasia sensorik
  • Afasia motorik

Gangguan bicara akibat tumor otak umumnya bersifat sementara dan dapat pulih setelah dilakukan pengangkatan tumor dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tumor otak yang tidak dapat dilakukan operasi pengangkatan maupun bersifat berulang, gangguan bicara dapat terjadi terus menerus dan mengalami perburukan seiring berjalannya waktu.