Masa kanak-kanak adalah masa dimana waktu lebih banyak digunakan untuk bermain. Dewasa ini banyak sekali permainan-permainan yang khusus didesain untuk usia-usia tertentu. Salah satu yang menjadi perhatian dalam pembuatan sebuah permainan tentunya adalah keamanan (safety).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Brain Injury ini mendapati 72 persen kunjungan ke unit gawat darurat disebabkan oleh cedera otak traumatis pada anak-anak di Amerika Serikat. Cedera umumnya disebabkan oleh sejumlah barang dan aktivitas sehari-hari yang ada di sekitar anak.

Cedera otak traumatis merupakan luka yang terjadi secara mendadak, seperti benjolan, pukulan, atau sentakan yang menyebabkan kerusakan pada otak. “Lantai yang tidak rata dan tangga sering menyebabkan jatuh. Tergelincir, tersandung, dan jatuh sudah sangat umum. Beberapa insiden jatuh dapat menyebabkan cedera kepala serius,” ungkap peneliti dari Pacific Institute for Research and Evaluation, Bina Ali, dikutip dari CNN.

Anak-anak lebih sering melakukan aktivitas dan bermain sehari-hari di dalam ruangan, maka dari itu yang perlu diwaspadai adalah pemicu yang ada di sekitar tempat bermain sang anak.

Berikut 10 pemicu yang paling sering menyebabkan cedera otak traumatis non-fatal pada anak-anak usia di bawah 1 tahun hingga 19 tahun:

  1. Lantai
  2. Tempat tidur
  3. American football
  4. Tangga
  5. Sepeda
  6. Bola basket
  7. Langit-langit kursi
  8. Dinding kursi
  9. Sepak bola
  10. Meja

Peicu diatas tidak mesti dihindari, tapi patut diwaspadai dan lebih berhati-hati ketika menggunakannya atau juga bisa dilakukan modifikasi untuk membuatnya lebih aman untuk anak. Misalnya dengan melapisi busa pada lantai dan meja atau mengubah bentuk ujung meja menjadi oval (tumpul) untuk meminimalisir risiko cedera.

 

Sumber CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019