Puasa bisa menjadi salah satu cara yang ampuh untuk meminimalkan risiko stroke dan jantung koroner.

Puasa terasa berat bagi Tommy karena dia harus menghentikan hobinya yaitu makan makanan junk food sepanjang hari seperti kentang goreng, burger bahkan ice cream. Brian dan Inda sering mengingatkan Tommy untuk mengurangi hobinya tersebut karena akan memicu kolesterol dan lemak dalam darahnya menjadi semakin tinggi. Mereka tahu bahwa kadar kolesterol dan lemak yang tinggi akan membuat risiko stroke dan jantung koroner menjadi tinggi pula.

Tetapi dengan berpuasa membuat Tommy benar-benar mengurangi hobinya makan makanan tinggi lemak dan kolesterol, untuk memastikannya Brian dan Inda membawa Tommy untuk berkonsultasi bersama dengan tim dokter Brain Tumor Indonesia, hasilnya mengejutkan, pasalnya puasa ternyata bagus untuk kesehatannya.

Bagaimana Stroke dan jantung koroner bisa terjadi ?

Penyebab utama stroke yaitu akibat penyumbatan arteri yang terdapat di otak oleh gumpalan lemak atau plak. Ini terjadi karena gumpalan lemak dan kolesterol pada dinding arteri mengeras, kemudian menyumbat aliran sel-sel darah yang melewatinya. Plak yang terbawa aliran darah akan menggumpal pada arteri yang diameternya lebih kecil. Plak ini berasal dari jantung, aorta (pembuluh darah utama jantung), arteri karotis, atau arteri vertebralis. Sumbatan ini menyebabkan daerah otak yang seharusnya dialiri darah menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi penting. Ini mengakibatkan kematian sel-sel saraf di otak.

Selain itu stroke juga bisa terjadi karena hemoragi atau perdarahan di dalam otak (hemoragi intraserebral) dan permukaan otak (hemoragi subarachnoid). Perdarahan ini menyebabkan kerusakan otak akibat suplai darah otak terhenti.

Penyempitan atau penghambatan pembuluh arteri oleh plak yang mengalirkan darah ke otot jantung akan menyebabkan pasokan darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk otot jantung menjadi kurang dari keadaan normalnya sehingga membuat jantung tidak bisa bekerja dengan normal dan terjadilah jantung koroner. Bilamana penyempitan ini menjadi parah maka dapat terjadi serangan jantung

Lalu apakah puasa bisa menurunkan resiko stroke dan jantung koroner ?  

Penelitian Kardiolog atau Ahli Jantung di Intermountain Medical Center Heart Institute menjelaskan bahwa puasa mampu menurunkan risiko seseorang dari penyakit arteri koroner dan stroke, tetapi juga menurunkan secara signifikan tingkat kolesterol darah seseorang. Selain kolesterol tinggi, beberapa kasus juga memeiliki riwayat diabetes yang menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung koroner dan stroke.

Bagaimana puasa bisa menurunkan resiko stroke dan jantung koroner ?

Puasa mengatur kembali pola makan tubuh kita selama satu hari. Makanan saat sahur akan di cerna oleh tubuh selama sekitar 4 jam, kemudian akan diserap dan didistribusikan keseluruh tubuh untuk memasok energi selama kurang lebih 4 jam . Sisanya tubuh akan memproses lemak dan kolesterol yang tertimbun menjadi sumber energi untuk kita bisa beraktivitas. Maka dari itu ketika berpuasa tetaplah aktif agar bisa memaksimalkan metabolisme lemak yang tertimbun menjadi enegi cadangan tubuh. Dengan lebih sedikitnya kadar lemak dan kolesterol maka rendah pula kemungkinan terjadinya plak yang bisa menyumbat pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke dan jantung koroner. Namun juga perlu diperhatikan keseimbangan gizi dalam makanan ketika sahur dan buka, sehingga tidak mengganggu performa aktifitas sehari – hari.

Tim dokter Brain Tumor Indonesia juga menyarankan kepada Brian, Tommy dan Inda untuk memaksimalkan manfaat puasa dengan cara mengurangi rokok, memerhatikan asupan makanan untuk menjaga kadar gula darah, melakukan cek kolesterol secara berkala dan minum obat sesuai dengan resep. Hal itu menjadi penting diperhatikan karena penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyakit yang progresif dengan kisaran angka penderita 13% per tahun untuk orang dengan gejala, dan angka kematian mencapai 2.2% per tahun tanpa disertai dengan gejala.