Apa yang dimaksud dengan Advanced Neuroimaging aspect of Brain Tumor ?

PDF Download disini 

Videonya Lihat disini

Advance Neuroimaging adalah pemeriksaan imaging MRI canggih dengan teknologi dan software terkini, sebagai pelengkap MRI convensional pada kasus brain tumor.

Pemeriksaan MRI dibagi menjadi pemeriksaan MRI konvensional dan advanced. Secara general, peran pemeriksaan imaging MRI adalah untuk diagnosis dan klasifikasi tumor, perencanaan tatalaksana dan pengawasan post-tindakan. Pada pemeriksaan MRI advanced dapat diperoleh informasi lebih dari hanya informasi anatomis yang didapat pada pemeriksaan MRI konvensional yakni, data fisiologis dan komposisi kimiawi. Dengan mengintegrasikan pemeriksaan MRI konvensional dan advanced dapat meningkatkan akurasi klasifikasi dari tumor otak.

Secara Khusus, MRI menyediakan informasi detail tentang anatomi tumor otak, metabolism selulernya, gambaran hemodinamik. Hal ini membuat MRI menjadi alat fundamental dalam penegakan diagnosis yang benar, pengobatan dan monitoring penyakit.

Apakah tujuan pemeriksaan Advanced Neuroimaging ?

Pada pemeriksaan MRI dipergunakan untuk:

1). Mendeteksi dan mengetahui karakteristik dari suatu tumor.

2). Menilai keterlibatan lokal dan atau ekstensi jauh dari penyakit (staging ).

3). Mengevaluasi perubahan morfologi atau perubahan biologi berlebihan dan respon terhadap follow up terapi.

Advanced Neuroimaging ini juga menyediakan informasi yang baik mengenai anatomi otak, pola pertumbuhan tumor, dan seleksi pasien untuk operasi stimulasi kortikal dan neuronavigasi pada kasus fungsional serta kemungkinan terapi pembedahan

Meskipun interpretasi kualitatif dari tumor otak dengan menggunakan MRI basic masih menjadi dasar dari diagnosis tumor otak, terdapat beberapa kelemahan yakni kurang baik untuk menentukan diagnose banding, menentukan grading tumor serta untuk memonitor tumor otak. Oleh karena itu, tujuan terutama dari pemeriksaan advance imaging yakni:

  • untuk menentukan diagnosa banding, untuk membantu dalam membedakan antara tumor yang baru didiagnosa dengan kondisi non-neoplastik (seperti iskemi, demyelinisasi) dan untuk membedakan glioma dengan neoplasma extra-axial dan metastasis.
  • Untuk perencanaan pre operative, dengan menentukan grading tumor dan juga guiding dari biopsy, reseksi, dan terapi ablative local.
  • Dan juga untuk follow up dengan melihat progresi dari tumor dan respon terhadap terapi, termasuk di dalamnya membedakan antara tumor dengan nekrosis akibat radiasi terapi.

DWI, DTI, MR Spectroscopy, Perfusion weighted imaging, maupun perfusion MR dapat digunakan untuk tujuan-tujuan tersebut diatas. Di bawah ini adalah contoh imaging pada kasus laki-laki 33 tahun dengan kejang. Pasien dilakukan pemeriksaan MRI preoperative dan dilakukan operasi awake surgery.

Apakah seluruh pasien tumor otak perlu dilakukan pemeriksaan Advanced Neuroimaging ?

Tidak semua perlu dilakukan Advanced Neuroimaging, Advanced Neuroimaging harus didahului terlebih dahulu dengan basic neuroimaging. Pada “Straight Forward Cases” seperti Meningioma, Pituitary Makrodenoma tidak perlu dilakukan Advance Neuroimaging. Yang memerlukan advanced Neuroimaging diantaranya:

  1. Meningioma, adalah tumor CNS extraaxial yang paling sering ditemukan pada masa dewasa dan lebih sering terjadi pada wanita. Pemeriksaan imaging yang dapat dilakukan antara lain pemeriksaan CT dan MRI. Dengan pemeriksaan CT akan dapat dilihat efek kronis seperti remodeling tulang akibat pembesaran dari massa (kalsifikasi tumor dan hyperostosis akan dapat diamati pada CT tanpa kontras). Pemeriksaan MRI akan sangat membantu dalam melihat karakteristik meningioma yakni tumor dengan dural-based dan isointense dengan gray matter, adanya penyengatan yang prominen dan homogeny, serta penyengatan dural tail. Penggunaan MR spectroscopy akan membantu pada pasien yang tidak dapat melakukan pembedahan.
  2. Pituitary makroadenoma, adalah tumor jinak dengan ukuran lebih besar dari 1cm sehingga dapat memberikan efek kompresi pada saraf atau bagian otak didekatnya. Terdapat beberapa gejala yang dapat diamati seperti kelemahan otot mata, gangguan penglihatan, nyeri kepala, dll. Tekanan pada bagian dari kelenjar pituitary dapat berefek pada satu atau beberapa hormone pituitary. Untuk pituitary macroadenoma sudah dapat terlihat dengan menggunakan MRI konvensional.

Berikut adalah penjelasan terkait Advanced Neuroimaging Aspect of Brain Tumor oleh Cindy Sadikin, dr. Sp. Rad (K) dalam Surabaya Brain Tumor Update 2018