Kenapa Tumor Otak Bisa Menyebabkan Kejang?

Tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam otak yang bisa menekan jaringan saraf sekitar atau mengubah keseimbangan kimia dalam otak. Salah satu gejala yang sering muncul dan cukup mengkhawatirkan adalah kejang.

Apa itu kejang pada tumor otak?
Kejang (atau bangkitan epileptik) pada pasien tumor otak disebut brain tumor–related epilepsy (BTRE). Dalam banyak kasus, kejang bisa menjadi gejala awal tumor otak bahkan sebelum diagnosis dibuat.
Prevelensi kejang pada tumor otak bervariasi tergantung jenis tumor — misalnya pada glioma sering muncul kejang.

Bagaimana mekanismenya?
Beberapa mekanisme yang diduga menghubungkan tumor dengan kejang:

  • Iritasi jaringan otak: tumor bisa menekan atau merusak jaringan neuron di sekitarnya, memicu aktivitas listrik abnormal.
  • Neuroinflamasi: peradangan lokal di sekitar tumor dapat mengganggu keseimbangan neurotransmiter (zat kimia penghubung saraf) sehingga memicu kejang
  • Mutasi genetik & faktor molekuler: pada glioma, mutasi seperti IDH sering dikaitkan dengan kecenderungan kejang.
  • Perubahan aliran darah / oksigenasi: tumor bisa mengubah suplai darah atau tekanan jaringan sehingga neuron menjadi lebih mudah “terangsang”.

Faktor risiko & jenis kejang

  • Tumor dengan karakteristik low-grade glioma (tumor otak pertumbuhan lambat) cenderung lebih sering menyebabkan kejang.
  • Tumor di area korteks otak (bagian permukaan yang berfungsi mengatur aktivitas listrik) lebih mudah menimbulkan kejang dibanding yang berada jauh di dalam.
  • Kejang bisa berupa fokal (hanya sebagian otak) atau berkembang menjadi kejang umum jika menyebar.

Penanganan & kendala

  • Penanganan tumor (operasi, radioterapi, kemoterapi) tidak hanya tujuan mengurangi ukuran tumor tetapi juga membantu mengendalikan kejang
  • Obat antikejang (anti-seizure medications, ASM) digunakan berdasarkan jenis kejang dan interaksi obat terhadap terapi tumor.
  • Beberapa kasus menjadi resisten obat (seizure tidak bisa dikendalikan dengan obat).
  • Penghentian obat antikejang harus dipertimbangkan secara hati-hati.

Kejang yang muncul pada pasien tumor otak bukan suatu kebetulan: ada dasar biologis yang menjelaskan hubungan keduanya. Jika seseorang yang sebelumnya tidak pernah mengalami kejang tiba-tiba mengalami kejang kuat, kondisi ini perlu diwaspadai dan sebaiknya diperiksakan ke dokter karena bisa saja terkait dengan adanya tumor otak. Diagnosis cepat dan penanganan simultan tumor dan kejang dapat meningkatkan hasil serts kualitas hidup pasien. Konsultasikan keluhan anda pada tim dokter Brain Tumor Indonesia

 

Baca Juga
Gejala Tumor Otak pada Anak yang Sering Disalahartikan
Tumor Otak Jinak – Mengapa Tetap Perlu Diwaspadai
Tumor Otak dan Perubahan Kepribadian