Mengenal “Pembengkakan Palsu”
Ketika Tumor Terlihat Membesar Padahal Tidak

Bagi pasien tumor otak, hari di mana mereka harus melakukan pemindaian MRI lanjutan setelah radiasi adalah hari yang mendebarkan. Harapannya, hasil MRI menunjukkan tumor mengecil atau menghilang. Namun, apa yang terjadi jika dokter justru mengatakan bahwa di layar MRI, tumor terlihat membesar?

Sebelum Anda panik dan menganggap bahwa perawatan telah gagal, Anda perlu mengenal sebuah kondisi yang sering terjadi namun jarang diketahui orang awam, yaitu Pembengkakan Palsu (atau dalam bahasa medis disebut Pseudoprogression.

Apa Itu Pembengkakan Palsu?
Secara sederhana, pembengkakan palsu adalah kondisi di mana hasil pemindaian MRI menunjukkan ukuran tumor seolah-olah bertambah besar, atau muncul area bengkak baru di otak, padahal sebenarnya tumor tersebut tidak sedang tumbuh sama sekali. Kejadian ini paling sering muncul dalam beberapa bulan pertama (biasanya 1 hingga 6 bulan) setelah pasien menyelesaikan terapi radiasi.

Mengapa Hasil MRI Bisa “Tertipu”?
Untuk memahami ini, kita harus melihat bagaimana respons tubuh kita. Terapi radiasi dirancang untuk menghancurkan sel-sel jahat. Ketika sel-sel tumor ini hancur dalam jumlah besar, tubuh kita langsung bereaksi dengan mengirimkan pasukan kekebalan untuk “membersihkan” area tersebut dari sel yang sudah mati.

Proses pembersihan ini memicu peradangan dan pembengkakan lokal yang cukup hebat di dalam otak. Saat pasien menjalani MRI dan disuntikkan cairan pewarna khusus, cairan ini akan berkumpul di area yang sedang meradang tersebut. Di layar monitor dokter, penumpukan cairan dan sisa sel mati yang meradang ini menyala terang, dan bentuknya terlihat persis seperti tumor baru yang sedang mengamuk.

Bagaimana Membedakannya dengan Tumor Asli?
Membedakan antara tumor yang benar-benar kambuh dengan pembengkakan palsu adalah tantangan bagi dokter yang merawat. Biasanya, dokter akan melakukan hal berikut:

  1. Menunggu dan Mengamati: Jika kondisi fisik pasien stabil dan tidak ada keluhan baru, dokter mungkin akan menyarankan untuk menunggu beberapa minggu dan mengulang MRI. Jika itu hanya pembengkakan palsu, ukurannya akan mengecil dengan sendirinya seiring berjalannya waktu tanpa perlu tambahan perawatan khusus.
  2. Pemindaian Khusus: Dokter mungkin menggunakan teknik pemeriksaan yang lebih canggih untuk melihat apakah benjolan tersebut aktif menyerap energi atau tidak. Tumor yang aktif akan terlihat butuh banyak energi, sementara area radang bekas radiasi tidak seperti itu.

Pesan Penting untuk Pasien
Mengetahui tentang pembengkakan palsu ini sangatlah penting untuk menjaga ketenangan batin pasien. Jika hasil MRI Anda setelah radiasi terlihat kurang baik, jangan langsung putus asa. Diskusikan kemungkinan ini dengan dokter Anda. Kadang-kadang, tampilan yang terlihat “buruk” di MRI justru merupakan tanda bahwa perawatan radiasi Anda bekerja dengan sangat ampuh dalam menghancurkan tumor.

Konsultasikan keluhan anda pada tim dokter kami di nomor Brain Tumor Indonesia

 

Baca Juga
Bagaimana Dokter Menentukan Jenis Tumor Otak?
Efek Samping Pengobatan Tumor Otak
Tumor Otak yang Ditemukan Secara Tidak Sengaja