Mengapa Tumor Otak Bisa Mengubah Cara Seseorang Berbicara?

Berbicara adalah aktivitas yang dilakukan hampir setiap hari tanpa kita pikirkan. Kita membuka percakapan, menyebut nama seseorang, menjelaskan sesuatu, atau sekadar mengatakan “iya” dan “tidak”. Karena berlangsung secara otomatis, banyak orang tidak menyadari bahwa berbicara sebenarnya merupakan proses yang sangat kompleks.

Otak harus memilih kata, memahami bahasa, menyusun kalimat, mengatur gerakan otot mulut dan lidah, serta mengontrol suara dalam waktu yang hampir bersamaan. Itulah sebabnya gangguan pada area tertentu di otak dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi.

Bukan Sekadar “Tidak Bisa Bicara”
Gangguan bicara pada pasien tumor otak tidak selalu berarti seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan berbicara. Perubahannya dapat sangat beragam.

Seseorang mungkin masih bisa berbicara tetapi sulit menemukan kata yang tepat. Ada yang memahami pembicaraan orang lain tetapi kesulitan menyampaikan jawabannya. Ada pula yang berbicara dengan lancar tetapi kalimatnya menjadi sulit dipahami. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena bagian otak yang mengatur bahasa mengalami gangguan.

Bahasa dan Gerakan Bicara Tidak Persis Sama
Ada perbedaan antara bahasa dan kemampuan menghasilkan suara atau gerakan bicara. Bahasa berkaitan dengan kemampuan memahami dan menyusun kata. Sementara itu, berbicara membutuhkan koordinasi berbagai otot, termasuk lidah, bibir, rahang, dan saluran suara. Karena itu, lokasi gangguan dapat menentukan jenis keluhan yang muncul.

Seseorang mungkin sebenarnya tahu apa yang ingin dikatakan, tetapi kesulitan mengucapkannya. Sebaliknya, ada pula yang mampu mengucapkan kata-kata tetapi kesulitan memahami bahasa. Inilah alasan mengapa evaluasi kemampuan bicara pada pasien tumor otak tidak hanya melihat apakah pasien dapat berbicara atau tidak.

Mengapa Lokasi Tumor Sangat Penting?
Beberapa area otak berperan penting dalam kemampuan bahasa dan komunikasi. Jika tumor tumbuh di sekitar area tersebut, fungsi bahasa dapat terganggu. Namun, hubungan antara lokasi otak dan fungsi bahasa tidak selalu sama persis pada setiap orang.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa dokter perlu melakukan pemeriksaan yang mendetail sebelum melakukan tindakan pada tumor yang berada dekat area penting.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemetaan fungsi otak untuk mengetahui area yang berkaitan dengan kemampuan bahasa atau fungsi lainnya. Tujuannya adalah membantu tim medis merencanakan tindakan dengan mempertimbangkan jaringan otak yang berfungsi normal.

Perubahan Bicara Tidak Selalu Berarti Tumor
Ini bagian yang penting. Seseorang yang tiba-tiba sulit berbicara tidak otomatis mengalami tumor otak. Gangguan bicara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, termasuk stroke, migrain tertentu, gangguan saraf, efek obat, maupun kondisi lainnya. Bahkan seseorang yang sedang stres atau sangat lelah dapat mengalami kesulitan menemukan kata, meskipun penyebabnya bukan gangguan otak yang serius.

Namun, gangguan bicara yang muncul tiba-tiba harus dianggap serius, terutama jika disertai wajah mencong, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gangguan keseimbangan. Kondisi tersebut dapat merupakan tanda stroke dan membutuhkan penanganan segera.

Bagaimana Dokter Memeriksanya?
Dokter dapat memberikan berbagai tugas sederhana untuk menilai kemampuan bahasa. Pasien mungkin diminta menyebutkan nama benda, mengulangi kalimat, memahami instruksi, membaca, atau menulis. Pemeriksaan tersebut membantu dokter melihat bagian mana dari kemampuan komunikasi yang mengalami gangguan.

Jika diperlukan, pemeriksaan MRI dapat dilakukan untuk melihat kondisi struktur otak dan lokasi kelainan. Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat menjalani evaluasi oleh terapis wicara atau tenaga kesehatan lain yang berkaitan dengan fungsi komunikasi.

Mengapa Hal Ini Penting dalam Operasi?
Ketika tumor berada dekat area yang berkaitan dengan bahasa, dokter harus mempertimbangkan fungsi tersebut dalam perencanaan operasi. Tujuan penanganan bukan hanya mengatasi tumor, tetapi juga mempertahankan kemampuan pasien untuk berbicara dan berkomunikasi sebanyak mungkin. Pada situasi tertentu, teknologi dan metode pemetaan fungsi otak dapat membantu dokter mengenali area penting sebelum atau selama tindakan. Pendekatan tersebut menunjukkan betapa kompleksnya otak manusia.

Jangan Abaikan Perubahan Cara Berbicara
Jika seseorang yang sebelumnya berbicara normal tiba-tiba mengalami perubahan kemampuan berbicara, jangan langsung menganggapnya sebagai kelelahan.

Perhatikan apakah keluhan terjadi berulang, semakin memburuk, atau disertai gejala neurologis lainnya. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebabnya.

Gangguan bicara memang bukan tanda khusus tumor otak. Namun, karena berbicara melibatkan banyak fungsi otak, perubahan pada kemampuan komunikasi dapat menjadi salah satu alasan penting untuk melakukan evaluasi neurologis

Konsultasikan keluhan anda pada tim dokter kami di nomor Brain Tumor Indonesia

 

Baca Juga
Ketika Tulisan Tangan Berubah: Adakah Hubungannya dengan Otak?
Apakah Orang Muda Bisa Terkena Tumor otak?
Tumor Otak Tidak Selalu Berawal dari Sakit Kepala