Tumor Otak Tidak Selalu Berawal dari Sakit Kepala
Ketika mendengar istilah tumor otak, kebanyakan orang langsung membayangkan sakit kepala yang hebat. Padahal, kenyataannya tidak semua penderita tumor otak mengalami sakit kepala sebagai gejala pertama. Bahkan pada sebagian kasus, keluhan awal justru berupa perubahan yang terlihat sederhana sehingga sering dianggap sebagai akibat kelelahan atau stres.
Memahami gejala-gejala yang mungkin muncul bukan berarti membuat masyarakat menjadi takut. Sebaliknya, pengetahuan ini dapat membantu seseorang mengenali kapan sebuah keluhan perlu diperiksakan lebih lanjut.
Berikut beberapa gejala tumor otak yang sering tidak disadari.
- Mudah lupa atau sulit berkonsentrasi
Apakah Anda atau anggota keluarga tiba-tiba menjadi lebih pelupa dari biasanya? Misalnya sering lupa meletakkan barang, lupa janji, atau sulit mengikuti percakapan.
Tumor yang tumbuh pada bagian otak tertentu dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi. Gejala ini biasanya muncul secara perlahan sehingga sering dianggap sebagai efek kelelahan atau bertambahnya usia.
- Perubahan kepribadian
Tidak sedikit pasien yang justru pertama kali disadari keluarganya mengalami perubahan perilaku.
Seseorang yang biasanya sabar dapat menjadi mudah marah. Ada pula yang menjadi pendiam, kehilangan motivasi, atau tampak kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Perubahan ini terjadi karena beberapa bagian otak berperan dalam mengatur emosi dan perilaku sehari-hari.
- Tangan sering menjatuhkan barang
Keluhan seperti gelas sering terlepas dari tangan, sulit mengancingkan baju, atau tulisan menjadi berantakan dapat menjadi tanda adanya gangguan koordinasi.
Meski penyebabnya bisa bermacam-macam, kondisi yang berlangsung terus-menerus patut mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
- Penglihatan mulai berubah
Sebagian pasien mengalami penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan sebagian lapang pandang.
Sering kali pasien mengira penyebabnya hanya karena membutuhkan kacamata baru. Padahal, pada kondisi tertentu, gangguan tersebut terjadi akibat tekanan tumor terhadap jalur saraf penglihatan.
- Gangguan pendengaran atau keseimbangan
Tumor yang tumbuh di sekitar saraf pendengaran dapat menyebabkan telinga berdenging, pendengaran berkurang pada satu sisi, hingga gangguan keseimbangan.
Pasien mungkin merasa sering oleng saat berjalan atau lebih mudah kehilangan keseimbangan dibanding sebelumnya.
- Kejang pertama kali pada usia dewasa
Kejang merupakan salah satu gejala yang cukup sering membawa pasien ke rumah sakit hingga akhirnya diketahui memiliki tumor otak.
Perlu diingat bahwa kejang memiliki banyak penyebab. Namun bila seseorang mengalami kejang pertama kali tanpa riwayat epilepsi sebelumnya, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya
- Penciuman atau perasa berubah
Gejala ini memang lebih jarang terjadi, tetapi tetap dapat ditemukan.
Sebagian pasien mengeluhkan tidak lagi dapat mencium aroma tertentu, sementara yang lain justru mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Ada pula yang merasa makanan menjadi hambar karena kemampuan mengecap ikut berubah.
Munculnya satu atau dua gejala di atas bukan berarti seseorang pasti mengalami tumor otak. Sebagian besar keluhan tersebut justru lebih sering disebabkan oleh kondisi lain yang jauh lebih umum, seperti migrain, infeksi telinga, gangguan mata, kurang tidur, stres, atau penyakit saraf lainnya.
Yang perlu diperhatikan adalah apabila beberapa gejala muncul bersamaan, berlangsung terus-menerus, atau semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Jika hal tersebut terjadi, segera konsultasikan ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bila diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan pencitraan seperti MRI atau CT Scan untuk mengetahui penyebab keluhan.
Kemajuan teknologi kedokteran membuat penanganan tumor otak saat ini semakin berkembang. Banyak pasien dapat menjalani pengobatan dengan hasil yang baik, terutama bila diagnosis ditegakkan sejak dini.
Oleh karena itu, jangan mengabaikan perubahan pada tubuh yang terasa tidak biasa. Mengenali gejala sejak awal bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan menjadi lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Dengan penanganan yang tepat dan tepat waktu, peluang untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal akan semakin besar.
Konsultasikan keluhan anda pada tim dokter kami di nomor Brain Tumor Indonesia
Baca Juga
Apa Itu Diet Keto?
Ketika Tumor Terlihat Membesar Padahal Tidak
Kapan Aman Kembali Berkendara atau Bekerja?
Mengapa Pasien Sering Sulit Tidur atau Justru Terlalu Mengantuk?
