Meningioma: Tumor Otak yang Paling Sering Ditemukan, Kenali Faktanya
Di antara berbagai jenis tumor otak, meningioma adalah yang paling sering ditemukan. Tumor ini tumbuh dari meninges, yaitu lapisan tipis yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Meski disebut “tumor otak”, meningioma sebenarnya tidak tumbuh dari jaringan otak itu sendiri, melainkan dari selaput pelindung di sekitarnya.
Kabar baiknya, sebagian besar meningioma bersifat jinak dan tumbuh sangat lambat — bahkan bisa berkembang bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala sama sekali. Karena itu, tidak sedikit pasien yang baru mengetahui dirinya memiliki meningioma secara tidak sengaja, saat menjalani MRI atau CT scan untuk alasan lain. Diperkirakan sekitar 80-85% meningioma bersifat jinak (non-kanker), sehingga banyak pasien dapat menjalani hidup normal setelah diagnosis dan penanganan yang tepat.
Apa Penyebab Meningioma?
Hingga kini, penyebab pasti meningioma belum diketahui secara jelas. Para ahli menemukan bahwa sebagian besar kasus berkaitan dengan perubahan (mutasi) pada sel-sel di meninges, termasuk kelainan pada kromosom 22 yang normalnya berperan mencegah pertumbuhan sel tidak terkendali. Sebagian kecil kasus juga dikaitkan dengan paparan radiasi, terutama pada masa kanak-kanak, serta kondisi genetik tertentu seperti neurofibromatosis tipe 2 (NF2).
Siapa yang Lebih Berisiko?
Meningioma dapat terjadi pada siapa saja, namun beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi, di antaranya:
- Perempuan, terutama usia paruh baya — diduga berkaitan dengan pengaruh hormon
- Orang dengan riwayat radiasi di area kepala, terutama saat masih anak-anak
- Orang dengan kondisi genetik tertentu, seperti neurofibromatosis tipe 2 (NF2)
- Usia yang lebih lanjut, meski meningioma dapat terjadi pada usia berapa pun
Kenapa Bisa Muncul Gejala?
Karena letaknya menempel di permukaan otak, meningioma yang membesar dapat menekan jaringan otak, saraf, atau pembuluh darah di sekitarnya. Gejala yang muncul sangat tergantung pada lokasi tumor, di antaranya:
- Sakit kepala yang cenderung memburuk, terutama di pagi hari
- Kejang, terutama bila belum pernah memiliki riwayat sebelumnya
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda
- Kelemahan pada salah satu sisi tubuh
- Gangguan pendengaran atau tinitus (telinga berdenging)
- Perubahan kepribadian atau gangguan memori
Bagaimana Meningioma Didiagnosis?
Dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan neurologis untuk menilai fungsi saraf, koordinasi, dan penglihatan. Bila dicurigai ada tumor, pemeriksaan pencitraan seperti MRI dengan kontras menjadi metode utama untuk memastikan keberadaan, ukuran, dan lokasi meningioma. Pada beberapa kasus, meningioma justru ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani MRI atau CT scan untuk keperluan lain, karena tumor ini memang sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Tidak Semua Meningioma Perlu Segera Dioperasi
Karena sifatnya yang tumbuh lambat, banyak kasus meningioma cukup dipantau secara berkala melalui MRI — pendekatan yang dikenal sebagai observasi aktif. Operasi umumnya baru dipertimbangkan apabila tumor menimbulkan gejala, terus membesar, atau berada di lokasi yang berisiko mengganggu fungsi penting otak.
Bila operasi memang diperlukan, tujuan utamanya adalah mengangkat tumor seaman dan seoptimal mungkin sambil tetap menjaga fungsi otak pasien. Pada kasus tertentu, radioterapi juga dapat menjadi pilihan, terutama bila lokasi tumor sulit dijangkau melalui operasi atau bila tumor tidak dapat diangkat sepenuhnya.
Mitos vs Fakta Seputar Meningioma
- Mitos: Semua tumor otak berarti kanker ganas. Fakta: sebagian besar meningioma bersifat jinak dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain.
- Mitos: Meningioma selalu harus dioperasi begitu ditemukan. Fakta: banyak kasus cukup dipantau secara berkala tanpa tindakan operasi segera.
- Mitos: Meningioma hanya menyerang lansia. Fakta: meningioma bisa terjadi pada usia berapa pun, meski lebih sering ditemukan pada usia paruh baya.
Konsultasikan keluhan anda pada tim dokter kami di nomor Brain Tumor Indonesia
Baca Juga
Ketika Tulisan Tangan Berubah: Adakah Hubungannya dengan Otak?
Apakah Orang Muda Bisa Terkena Tumor otak?
Tumor Otak Tidak Selalu Berawal dari Sakit Kepala
