Pituitary Adenoma: Tumor Jinak di Kelenjar Hipofisis

Apa itu pituitary adenoma?
Pituitary adenoma adalah tumor jinak yang tumbuh di kelenjar hipofisis, yaitu kelenjar kecil seukuran kacang yang berada di dasar otak, tepat di belakang hidung. Walaupun ukurannya kecil, kelenjar ini sangat penting karena berfungsi sebagai “master gland” yang mengatur produksi banyak hormon dalam tubuh, seperti hormon pertumbuhan, hormon tiroid, hormon reproduksi, dan hormon yang mengatur metabolisme.

Karena letaknya di pusat sistem hormon, keberadaan tumor pada hipofisis bisa menimbulkan berbagai gejala, baik akibat tekanan dari tumor maupun karena gangguan hormon.

Jenis-jenis pituitary adenoma
Pituitary adenoma dibagi menjadi dua berdasarkan kemampuannya menghasilkan hormon:

  1. Adenoma fungsional (functional adenoma) → menghasilkan hormon berlebih, misalnya:
    – Prolactinoma: menghasilkan hormon prolaktin berlebih.
    – GH-secreting adenoma: menghasilkan hormon pertumbuhan berlebih.
    – ACTH-secreting adenoma: menyebabkan produksi kortisol berlebihan.
  2. Adenoma non-fungsional → tidak menghasilkan hormon, tetapi tetap bisa menimbulkan masalah karena menekan jaringan sekitarnya.

Gejala pituitary adenoma bervariasi tergantung jenis dan ukurannya
a. Gejala akibat tekanan tumor:
– Sakit kepala kronis.
– Gangguan penglihatan, terutama menyempitnya lapang pandang (sulit melihat ke samping).
– Jika tumbuh besar (macroadenoma), dapat menekan saraf otak lain.
b. Gejala akibat gangguan hormon:
– Prolactinoma: pada wanita bisa menyebabkan haid tidak teratur, keluar cairan dari payudara tanpa hamil/menyusui, dan sulit hamil; pada pria bisa menyebabkan penurunan libido dan disfungsi ereksi.
– Hormon pertumbuhan berlebih: pada anak menimbulkan gigantisme, pada dewasa menyebabkan akromegali (pembesaran tangan, kaki, rahang).
– Kortisol berlebih: bisa menimbulkan sindrom Cushing (wajah membulat, lemak menumpuk di punggung, kulit mudah memar).

Bagaimana cara mendiagnosisnya?
Untuk mendiagnosis pituitary adenoma, dokter biasanya melakukan:
* Pemeriksaan darah untuk menilai kadar hormon.
* Pemeriksaan MRI otak untuk melihat ukuran dan lokasi tumor.
* Tes lapang pandang untuk mendeteksi gangguan penglihatan.

Penanganan pituitary adenoma tergantung jenis dan ukurannya:
1. Operasi: dilakukan bila tumor menekan saraf mata atau tidak responsif terhadap obat. Operasi biasanya menggunakan teknik transsphenoidal, yaitu melalui hidung, sehingga tidak perlu membuka tulang tengkorak.
2. Radioterapi atau radiosurgery: digunakan bila operasi tidak dapat mengangkat seluruh tumor atau jika tumor kambuh.

Pituitary adenoma adalah tumor jinak yang sering ditemukan dan bisa ditangani dengan baik. Gejala bisa bervariasi, mulai dari sakit kepala, gangguan penglihatan, hingga masalah hormonal. Deteksi dini sangat penting agar komplikasi serius dapat dicegah. Jika mengalami gejala mencurigakan seperti gangguan penglihatan atau masalah hormonal yang tidak wajar, segera konsultasikan kepada kami di 0822-6000-6070 (link to WA).

Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar pasien pituitary adenoma dapat kembali menjalani hidup dengan kualitas baik.

 

Baca Juga
Gejala Tumor Otak pada Anak yang Sering Disalahartikan
Tumor Otak Jinak – Mengapa Tetap Perlu Diwaspadai
Tumor Otak dan Perubahan Kepribadian