Suara Berubah? Mungkin Bukan Masalah Tenggorokan
Perubahan suara yang terus-menerus, seperti serak, suara melemah, atau suara jadi “bergetar”, biasanya dianggap gangguan tenggorokan. Namun, pada beberapa kasus, itu bisa menjadi tanda adanya tumor otak yang memengaruhi saraf yang mengontrol pita suara
Tumor di batang otak atau di area otak yang terhubung dengan saraf kranial IX (glosofaringeus) dan X (vagus) dapat mengganggu kontrol otot-otot laring. Akibatnya, suara jadi serak atau bahkan hilang total .
Beberapa pasien awalnya justru pergi ke dokter THT karena menyangka radang atau polip pita suara. Tapi setelah berbagai pengobatan tidak berhasil, baru dicurigai adanya masalah neurologis.
Selain perubahan suara, gejala lain yang mungkin menyertai :
- Pusing/sakit kepala yang progresif
- Kesulitan menelan
- Tersedak saat minum
- Batuk yang tidak bisa dijelaskan
- Kehilangan refleks muntah
- Pusing atau sakit kepala yang progresif
Penanganan tergantung pada lokasi dan jenis tumor. Jika saraf sudah rusak parah, terapi bicara dan pelatihan vokal sangat penting untuk meningkatkan komunikasi. Dalam kasus tertentu, alat bantu suara mungkin dibutuhkan.
Perubahan suara mungkin terdengar sepele, tetapi dalam konteks neurologi, ini bisa menjadi petunjuk penting. Jika Anda atau orang terdekat mengalami perubahan suara yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk memeriksakan lebih lanjut ke dokter saraf.
Konsultasikan keluhan anda bersama kami di Brain Tumor Indonesia
Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560852/?utm
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vocal-cord-paralysis/symptoms-causes/syc-20378873?utm
Baca Juga
Gejala Tumor Otak pada Anak yang Sering Disalahartikan
Tumor Otak Jinak – Mengapa Tetap Perlu Diwaspadai
Tumor Otak dan Perubahan Kepribadian
